Palu – Di tengah dominasi pendekatan teknokratis dalam akuntansi modern, sebuah terobosan akademik lahir dari perspektif budaya lokal. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Ichsan Gorontalo Utara (FEB UIGU), Nur Lazimatul Hilma Sholehah, berhasil meraih gelar doktor melalui riset inovatif yang menempatkan Budaya Langga sebagai fondasi penguatan model deteksi fraud.
Pada usia 32 tahun, Nur Lazimatul Hilma Sholehah tercatat sebagai salah satu doktor muda dengan capaian akademik sangat membanggakan. Ia menyelesaikan pendidikan pada Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Tadulako dengan predikat Cumlaude, meraih IPK 3,99, serta menuntaskan masa studi dalam waktu sangat singkat, yaitu 2 tahun 5 bulan 7 hari.
Disertasi berjudul “Konstruksi Model Deteksi Fraud: Injeksi Budaya Langga dalam Fraud Hexagon Theory” menegaskan bahwa Budaya Langga menginjeksikan perspektif etik-kultural ke dalam Fraud Hexagon yang telah lama digunakan dalam praktik pengawasan dan audit di Indonesia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa fraud tidak hanya dipicu faktor rasional dan struktural, tetapi juga berkaitan erat dengan dimensi moral, budaya, dan kesadaran sosial.
Melalui pendekatan tersebut, Budaya Langga diposisikan sebagai kekuatan etik yang memperkuat sensitivitas deteksi fraud sejak tahap awal pengelolaan keuangan. Nilai-nilai seperti integritas, kejujuran, transparansi, komitmen, dan tanggung jawab tidak lagi dipahami sebagai slogan normatif, tetapi sebagai mekanisme kontrol sosial yang hidup dalam praktik birokrasi dan pengelolaan keuangan publik.
Keunggulan karya ilmiah ini terletak pada keberhasilannya memperkaya Fraud Hexagon melalui perspektif kontekstual Indonesia, khususnya Gorontalo, sehingga model deteksi fraud menjadi lebih adaptif terhadap realitas sosial, relasi kuasa, serta dinamika praktik pengelolaan keuangan daerah.
Keberhasilan akademik ini diuji oleh jajaran penguji yang merupakan akademisi dan pakar di bidangnya, yaitu:
- Prof. Dr. Ir. I Wayan Sutapa, M.Eng; (Ketua Tim Penguji)
- Prof. Dr. Abdul Kahar, S.E., M.Si., Ak; ( Sekrtetaris Penguji)
- Prof. Dr. Andi Kusumawati, S.E., M.Si., Ak., CA., ASEAN CPA; (Penguji Eksternal Guru Besar Universitas Hasanuddin)
- Dr. Rudy Usman, S.E., MSA., Ak; (Penguji Internal)
- Dr. M. Ikbal A., S.E., M.Si., Ak; (Oponen 1)
- Dr. Selmita Paranoan, S.E., M.Si., Ak; (Oponen 2)
- Prof. Dr. Chalarce Totanan, M.Si., Ak; (Promotor)
- Dr. Nina Yusnita Yamin, S.E., M.Si., Ak; (Co -Promotor 1)
- Dr. Muhammad Ansar, S.E., MSA., Ak. (Co -Promotor 2)
Secara akademik, capaian ini memperkuat posisi kearifan lokal sebagai sumber pengembangan ilmu pengetahuan modern. Secara praktis, model ini berpotensi menjadi rujukan strategis bagi auditor, aparat pengawas internal pemerintah, serta pengelola keuangan daerah dalam membangun sistem deteksi fraud yang lebih substantif, humanis, dan berkelanjutan.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi FEB UIGU dalam mendorong pengembangan ilmu akuntansi yang berakar pada nilai budaya lokal namun tetap relevan secara global.