
Pembekalan yang berlangsung di Smart Classroom UIGU tersebut diikuti 80 mahasiswa PGSD sebagai persiapan sebelum menjalani PLP I di 18 sekolah mitra. Pelaksanaan PLP I dijadwalkan berlangsung mulai 1 September hingga 2 November 2026.
Dalam materi orientasi PLP I, Dr. Edhi mengawali pembahasan dengan menempatkan pendidikan sebagai bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Materi tersebut mengaitkan sektor pendidikan dengan visi pembangunan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 2025-2029, khususnya misi menciptakan masyarakat yang cerdas, sehat, dan berdaya saing tinggi serta tujuan membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Pembahasan kemudian diarahkan pada upaya mahasiswa untuk mengenal sekolah sebagai lingkungan pendidikan secara lebih utuh. Sekolah tidak hanya dipahami sebagai tempat berlangsungnya pembelajaran, tetapi sebagai lingkungan yang mempertemukan guru, peserta didik, komite sekolah, serta berbagai unsur yang memiliki peran dalam penyelenggaraan pendidikan. Dalam materi tersebut, peran guru turut mendapat perhatian sebagai pendidik profesional yang menjalankan tugas mendidik, mengajar, membimbing, dan mengevaluasi peserta didik.
Perspektif tersebut menjadi penting bagi mahasiswa PGSD yang akan memasuki sekolah mitra melalui PLP I. Pada tahap ini, mahasiswa mulai berhadapan dengan kondisi nyata persekolahan dan memperoleh kesempatan untuk mengamati bagaimana berbagai unsur sekolah menjalankan perannya dalam mendukung proses pendidikan.
Selain mengenalkan ekosistem sekolah, materi pembekalan juga membahas Standar Nasional Pendidikan yang menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan. Pembahasan mencakup standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, standar penilaian, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, serta standar pembiayaan.
Perhatian khusus diberikan pada standar proses pembelajaran. Materi pembekalan menjelaskan bahwa proses pembelajaran mencakup tiga bagian utama, yakni perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran. Pemahaman terhadap tahapan tersebut memberikan landasan bagi mahasiswa ketika melakukan pengamatan terhadap praktik pembelajaran yang berlangsung di sekolah mitra.
Pada aspek perencanaan, mahasiswa diperkenalkan dengan unsur yang menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembelajaran. Materi menjelaskan bahwa perencanaan pembelajaran sekurang-kurangnya memuat tujuan pembelajaran, langkah pembelajaran, serta penilaian atau asesmen pembelajaran. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dapat melakukan observasi secara lebih terarah ketika melihat bagaimana guru mempersiapkan dan menjalankan pembelajaran di kelas.
Pembekalan ini sekaligus memperkuat posisi PLP I sebagai tahapan pengenalan mahasiswa terhadap realitas persekolahan. Mahasiswa tidak sekadar hadir untuk melihat aktivitas sekolah, tetapi diarahkan agar mampu mencermati hubungan antara teori kependidikan yang dipelajari di kampus dengan praktik pendidikan yang mereka temui secara langsung.
Sebanyak 80 mahasiswa yang akan mengikuti PLP I terdiri atas 60 mahasiswa Kampus Kwandang dan 20 mahasiswa Kampus Pengembangan Bolaang Mongondow Utara. Mereka akan menjalani kegiatan lapangan pada 18 sekolah mitra yang tersebar di Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.
Khusus di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, materi orientasi turut memuat sekolah yang menjadi lokasi PLP I, yakni SDN 9 Bolangitang Barat, SDN 15 Bolangitang Barat, SDN 17 Bolangitang Barat, SDN 6 Bolangitang Timur, SDN 10 Bolangitang Timur, dan SDN 12 Bintauna. Enam sekolah tersebut menjadi lokasi bagi mahasiswa peserta PLP I di wilayah Bolaang Mongondow Utara.
Melalui pembekalan tersebut, mahasiswa PGSD UIGU memperoleh perspektif awal mengenai sekolah, tugas dan posisi guru, unsur-unsur dalam lingkungan pendidikan, hingga standar yang mendasari penyelenggaraan proses pembelajaran. Bekal ini diharapkan membantu mahasiswa melakukan pengamatan lapangan secara lebih terarah ketika PLP I mulai dilaksanakan.
Pelaksanaan PLP I di 18 sekolah mitra selanjutnya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenali budaya sekolah, karakteristik peserta didik, serta praktik pembelajaran dalam situasi pendidikan yang nyata. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi mahasiswa PGSD UIGU dalam membangun pemahaman tentang profesi guru sebelum memasuki tahapan praktik pedagogik yang lebih mendalam pada proses pendidikan berikutnya.