Gorontalo – Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Ichsan Gorontalo Utara (UIGU), Dr. Nur Lazimatul Hilma Sholehah, M.Ak., dipercaya terlibat sebagai Focal Point dalam kegiatan Workshop Analisis Kebijakan Publik dan Knowledge to Policy bersama Dr. Hijrah Lahaling, M.H. Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan kapasitas Jaringan Peneliti Indonesia Timur yang dilaksanakan oleh Yayasan BaKTI dan KONEKSI.
Yayasan BaKTI atau Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia merupakan organisasi yang berfokus pada pertukaran pengetahuan dan informasi untuk mendukung pembangunan di Kawasan Timur Indonesia. BaKTI selama ini turut berperan dalam memperkuat jejaring antara peneliti, pemerintah, masyarakat sipil, perguruan tinggi, dan berbagai aktor pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.
Sementara itu, KONEKSI merupakan program kemitraan pengetahuan dan inovasi Australia–Indonesia yang mendorong pemanfaatan pengetahuan dan hasil penelitian untuk mendukung kebijakan dan pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi BaKTI dan KONEKSI menjadi salah satu ruang strategis dalam meningkatkan kapasitas dan memperluas jejaring para peneliti di Kawasan Timur Indonesia.
Workshop Analisis Kebijakan Publik dan Knowledge to Policy merupakan bagian dari program penguatan kapasitas yang secara rutin diberikan kepada Jaringan Peneliti Indonesia Timur. Program ini mendorong para peneliti agar tidak hanya menghasilkan penelitian dan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menerjemahkan hasil riset menjadi pengetahuan dan rekomendasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan kebijakan.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Nur Lazimatul Hilma Sholehah, M.Ak. bersama Dr. Hijrah Lahaling, M.H. menjalankan peran sebagai Focal Point. Keduanya diharapkan menjadi penghubung dalam memperkuat koordinasi, proses pembelajaran, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan jejaring peneliti dengan berbagai pemangku kepentingan.
Workshop ini memberikan penguatan mengenai bagaimana memahami persoalan publik secara sistematis, membaca proses dan konstruksi kebijakan, memetakan pemangku kepentingan, mengolah bukti penelitian, serta menerjemahkan hasil riset menjadi rekomendasi yang relevan dan dapat digunakan oleh pengambil kebijakan.
Rektor Universitas Ichsan Gorontalo Utara, Dr. Fatmah M. Ngabito, M.Si., memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ketua LPPM UIGU untuk mengambil peran sebagai Focal Point dalam program BaKTI–KONEKSI dan Jaringan Peneliti Indonesia Timur.
Menurutnya, keterlibatan tersebut merupakan hal positif bagi UIGU karena membuka ruang yang semakin luas bagi dosen dan peneliti untuk terhubung dengan jejaring peneliti, lembaga pembangunan, pemerintah, serta berbagai mitra strategis di Kawasan Timur Indonesia.
“Kami memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Ketua LPPM UIGU untuk mengambil bagian sebagai Focal Point. Ini bukan hanya menjadi ruang pengembangan kapasitas individu, tetapi juga menjadi kesempatan bagi institusi untuk memperluas jejaring, meningkatkan kualitas penelitian, dan memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah,” ujar Dr. Fatmah M. Ngabito, M.Si.
Rektor juga berharap pengalaman dan jejaring yang diperoleh melalui program tersebut dapat ditransformasikan ke lingkungan UIGU, sehingga semakin banyak dosen dan peneliti yang mampu menghasilkan penelitian berkualitas sekaligus memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat dan pemerintah.
Sementara itu, Dr. Nur Lazimatul Hilma Sholehah, M.Ak. menilai bahwa pendekatan Knowledge to Policy semakin penting bagi perguruan tinggi. Menurutnya, salah satu tantangan penelitian saat ini adalah bagaimana memperpendek jarak antara hasil riset dengan proses pengambilan kebijakan.
“Penelitian tidak cukup hanya berakhir pada publikasi ilmiah. Tantangan kita adalah bagaimana hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi pengetahuan yang mudah dipahami, masuk ke ruang kebijakan, dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, kemampuan Knowledge to Policy menjadi sangat penting bagi peneliti,” ungkapnya.
Keterlibatan Dr. Nur Lazimatul Hilma Sholehah, M.Ak. dan Dr. Hijrah Lahaling, M.H. sebagai Focal Point diharapkan semakin memperkuat keterhubungan peneliti di Gorontalo dengan Jaringan Peneliti Indonesia Timur. Jejaring ini menjadi ruang penting untuk bertukar pengetahuan, membangun kolaborasi lintas perguruan tinggi dan lembaga, serta mempertemukan hasil penelitian dengan kebutuhan pemerintah dan pemangku kepentingan.
Bagi LPPM UIGU, keterlibatan dalam program ini juga sejalan dengan upaya mendorong transformasi orientasi penelitian dari sekadar menghasilkan luaran akademik menuju penelitian yang memiliki dampak lebih luas. Hasil penelitian diharapkan mampu menjadi bagian dari bukti yang digunakan dalam perencanaan, penyusunan program, maupun pengambilan kebijakan publik.
Melalui sinergi BaKTI, KONEKSI, Jaringan Peneliti Indonesia Timur, perguruan tinggi, dan pemerintah, diharapkan semakin banyak pengetahuan yang lahir dari Kawasan Timur Indonesia dapat hadir dalam ruang-ruang pengambilan keputusan.
Keterlibatan UIGU dalam jejaring ini sekaligus menegaskan komitmen universitas untuk terus memperkuat ekosistem penelitian, memperluas kolaborasi, serta mendorong hadirnya penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan kebijakan publik berbasis bukti.
