


Dalam pemaparannya, Prof. Apriana Toding menyampaikan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab satu sektor saja, tetapi membutuhkan keterlibatan bersama dari seluruh pihak, baik pemerintah, akademisi, masyarakat, keluarga, maupun dunia pendidikan.
Menurutnya, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak harus dimulai dari membangun kesadaran kolektif bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, serta mendapatkan lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.
“Perlindungan perempuan dan anak membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Kita tidak hanya berbicara tentang penanganan ketika terjadi kekerasan, tetapi bagaimana membangun sistem pencegahan sejak awal melalui edukasi, penguatan keluarga, dan kolaborasi antarinstansi,” ungkap Prof. Apriana.
Ia juga menekankan bahwa persoalan perkawinan anak dan TPPO merupakan masalah sosial yang memiliki dampak besar terhadap masa depan generasi muda. Perkawinan anak, selain berpengaruh terhadap kesehatan dan pendidikan anak, juga dapat menyebabkan meningkatnya risiko kekerasan dalam rumah tangga serta persoalan sosial lainnya.

Bupati menegaskan bahwa keberhasilan program SKS membutuhkan inovasi, kreativitas, dan kontribusi nyata dari seluruh perangkat daerah. Setiap dinas memiliki peran strategis dalam mendukung program pemerintah daerah, sehingga pelaksanaan program tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh organisasi perangkat daerah.
“Program SKS membutuhkan inovasi dan kreasi dari setiap dinas untuk mendukung program pemerintah. Setiap perangkat daerah harus mampu menghadirkan program yang memiliki dampak langsung terhadap perlindungan perempuan dan anak. Jangan melihat ini hanya sebagai tugas satu instansi, tetapi sebagai tanggung jawab bersama dalam membangun Kabupaten Gorontalo Utara yang penuh kasih sayang,” ujar Bupati.
Bupati juga mengajak seluruh aparatur pemerintah daerah untuk menjadi contoh dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi. Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan dan memastikan bahwa perempuan dan anak mendapatkan hak-haknya secara maksimal.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari keberhasilan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang memiliki nilai kemanusiaan, kepedulian, dan rasa saling menghargai.
“Daerah yang maju adalah daerah yang mampu melindungi masyarakatnya, terutama perempuan dan anak. Karena mereka adalah bagian penting dari pembangunan dan masa depan daerah,” tambahnya.

Perwakilan Dinas PPA menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan berbagai persoalan yang berkaitan dengan perempuan dan anak.
“Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak terus berupaya membangun sistem perlindungan yang lebih kuat melalui edukasi, pencegahan, pendampingan, serta koordinasi lintas sektor. Permasalahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat diselesaikan hanya dengan penanganan kasus, tetapi harus dilakukan melalui upaya pencegahan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dinas PPA juga menegaskan bahwa keberadaan program Surga Kasih Sayang menjadi wadah untuk membangun budaya pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan perempuan dan anak. Melalui program ini, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menciptakan kebijakan dan kegiatan yang mengintegrasikan perspektif perlindungan perempuan dan anak.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini akan semakin banyak pihak yang memahami bahwa perlindungan perempuan dan anak adalah investasi pembangunan jangka panjang. Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan, sehingga mereka harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang,” ungkap Dinas PPA.
Kehadiran unsur akademisi dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kajian dan inovasi program pemerintah daerah. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan mampu melahirkan strategi baru yang lebih efektif dalam menangani persoalan sosial, khususnya terkait perlindungan perempuan dan anak.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara berharap seluruh pihak semakin memiliki kepedulian dan tanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, mencegah perkawinan anak, serta memutus mata rantai TPPO.
Program Surga Kasih Sayang diharapkan tidak hanya menjadi sebuah program pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang hidup di tengah masyarakat. Dengan kolaborasi, inovasi, dan komitmen seluruh pihak, Kabupaten Gorontalo Utara optimis dapat menjadi daerah yang memberikan rasa aman, nyaman, dan penuh kasih sayang bagi perempuan dan anak.
“Surga Kasih Sayang bukan hanya sebuah slogan, tetapi sebuah komitmen bersama untuk menghadirkan daerah yang menghargai, melindungi, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi perempuan dan anak.”
Penulis
F38r4h