
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Amiruddin, M.Kom., M.CF. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya evaluasi kurikulum dan RPS secara berkala agar pelaksanaan pembelajaran dapat terus menyesuaikan dengan perkembangan pendidikan tinggi serta kebutuhan kompetensi lulusan. Kurikulum dan RPS tidak hanya berfungsi sebagai dokumen akademik, tetapi menjadi pedoman penting bagi dosen dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses pembelajaran secara sistematis.
Kegiatan ini menghadirkan Dr. Syamsu Alam, SE., M.Si., Ak., CA. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia membahas evaluasi kurikulum dan penyusunan RPS berbasis OBE, khususnya bagaimana proses pendidikan dirancang dengan berorientasi pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan proses pembelajaran.
Pendekatan Outcome Based Education (OBE) menempatkan capaian pembelajaran sebagai salah satu bagian utama dalam perencanaan pendidikan. Oleh karena itu, penyusunan kurikulum dan RPS perlu memperhatikan keterkaitan yang jelas antara Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian atau materi pembelajaran, metode pembelajaran, aktivitas mahasiswa, serta metode asesmen yang digunakan untuk mengukur ketercapaian pembelajaran.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diarahkan untuk memahami bahwa penyusunan RPS berbasis OBE perlu dilakukan secara sistematis. Setiap aktivitas pembelajaran yang dirancang oleh dosen harus memiliki hubungan dengan kompetensi yang ingin dicapai. Demikian pula dengan sistem penilaian, yang harus mampu memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian mahasiswa terhadap capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.
Melalui evaluasi ini, dosen diharapkan tidak hanya mampu menyusun RPS secara administratif, tetapi juga memahami fungsi RPS sebagai instrumen utama dalam mengendalikan proses pembelajaran. Dengan demikian, terdapat kesinambungan mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan di kelas, pemberian tugas, proses asesmen, hingga evaluasi ketercapaian kompetensi mahasiswa.
Suasana kegiatan berlangsung aktif dengan pemaparan materi dan diskusi bersama peserta. Para peserta memperoleh kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan OBE sekaligus mengevaluasi kembali kesesuaian antara kurikulum, RPS, proses pembelajaran, dan capaian yang diharapkan dari mahasiswa.

Melalui kegiatan ini, Universitas Gorontalo Utara terus mendorong penguatan kapasitas dosen dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis capaian. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum dan RPS sehingga proses pendidikan semakin responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta tuntutan peningkatan kualitas lulusan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan komitmen Universitas Gorontalo Utara untuk terus melakukan pembenahan dan pengembangan mutu akademik melalui evaluasi yang berkelanjutan. Dengan pemahaman OBE yang semakin baik, dosen diharapkan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang sesuai dengan capaian pembelajaran yang telah ditetapkan.